SEJARAH
GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA
JEMAAT MAHANAIM GESING
A.
PENDAHULUAN
Gereja
Pantekosta di Indonesia Gesing adalah gereja dimana penulis berjemaat mulai
sejak sekolah minggu, pemuda dan sampai sekarang (setelah melalui banyak
proses). Penulis melayani sebagai staf gembala dan Pembina pemuda.
B.
SEJARAH SINGKAT
Sejak
munculnya peristiwa G.30.S.P.K.I tahun 1965, kondisi masyarakat desa gesing,
kehidupan masyarakat yang suram, dihantui rasa takut , rasa was-was. Bermula
dari masyarakat terhisap dalam kelompok tersebut, sejak munculnya peristiwa
G.30.S.P.K.I sering kali masyarakat desa mendapat ancaman; “ tak ciduk kowe”
artinya, mau diambil-dijadikan tahanan politik. Pada waktu itu masyarakat desa
mulai berfikir, bagaimana bisa lepas dari rasa takut dan kuatir. Mereka mulai
berupaya untuk mencari perlindungan, rasa aman, tentram.
Kondisi
politik yang membuat penduduk desa tidak menentu berdampak pada psikologis,
hidup yang terisolir dan tidak ada ketenangan.
Pada
tanggal 28 September 1967, datanglah utusan pelayan injil dati kota Temanggung
dating lewat jalan persawahan menuju rumah Pak Sukar. Sebab salah satu pelayan
injil seorang ibu bernama Salamah, dari desa Tepungsari, Temanggung adalah
sahabat dari Pak Sukar, Ibu Salamah membawa teman-temannya untuk memberitakan
injil di desa Gesing.
Ternyata
masyarakat desa Gesing sangat responsive terhadap injil rombongan dari
Temanggung. Pada waktu injil bekerja di desa Gesing karya Roh Kudus begitu luar
biasa, dalam waktu yang sangat singkat jumlah pengikut njil begitu banyak
sehingga dalam waktu satu tahun orang-prang Gesing yang menerima Yesus sebagai
Juru Selamat ada lima puluh Sembilan keluarga, yang terdiri dari dua ratus
orang dewasa dan tujuh puluh anak.
Setiap
Senin diadakan babtisan air di pemandian pikatan Temanggung. Walau banyak
tantangan dalam pemberitaan injil pernah suatu malam rumah Pak Sukar (tempat
beribadah) mendapat terror, dengan kotoran manusia yang dioleskan di pintu pada
pagi harinya (malam setelah diadakan ibadah di rumah Pak Sukar). Genap satu
tahun sejak awal injil masuk ke desa Gesing berdirilah sebuah gedung gereja
yang megah (untuk ukuran desa)
Tanggal
26 September1968, tepatnya kurang dua hari genap satu tahun P.I di desa Gesing
ditabiskan gereja untuk tempat ibadah umat Tuhan di Geing.
Pernah
terjadi saat malam mengadakan pertemuan panitia pembangunan gereja, dilaporkan
hansip ke KORAMIL bahwa di desa Gesing ada rapat gelap. Tak disangka, pagi-pagi
secara tiba-tiba 13 orang dipanggil Pak Kadus (Kepala Dusun) kemudian langsung
dibawa ke KODIM. Menurut keterangan orang-orang tersebut akan dijadikan tahanan
politik. Mendengar hal itu semua umat Tuhan yang di rumah berdoa dan menangis
supaya mereka yang dibawa ke KODIM dibebaskan. Dengan pulangnya merka dari
KODIM banyak orang menjadi percaya, jiwa-jiwa baru bertambah.
Menurut
data dari sekretaris gereja perkembangan jemaat di desa Gesing adalah sebagai
berikut:
|
Tahun
|
Jumlah
Dewasa
|
Jumlah
Anak
|
|
1967
akhir-1968
1969-1979
1880-1990
1991-2004
2005-2011
|
255
orang
316
orang
430
orang
550
orang
700
orang
|
45
anak
125
anak
135
anak
157
anak
135
anak
|
Berdasarkan
data yang diperoleh, bahwa pertambahan jemaat yang diperoleh adalah melalui
tiga cara:
1. Secara
biologis – pertambahan dari keturunan 65%
2. Perpindahan
30%
-
Perpindahan dari gereja lain
-
Melalui perkawinan (yang salah satunya
dari agama bukan Kristen)
3. Melalui
P.I yang diperoleh melalui kesaksian 5%
Melihat pertumbuhan gereja sampai dengan tahun 2009
gereja sudah berulang kali merenovasi banguna gereja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar