Rabu, 09 Mei 2012

Sejarah singkat


SEJARAH GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA
 JEMAAT MAHANAIM GESING

A.    PENDAHULUAN

Gereja Pantekosta di Indonesia Gesing adalah gereja dimana penulis berjemaat mulai sejak sekolah minggu, pemuda dan sampai sekarang (setelah melalui banyak proses). Penulis melayani sebagai staf gembala dan Pembina pemuda.

B.     SEJARAH SINGKAT

Sejak munculnya peristiwa G.30.S.P.K.I tahun 1965, kondisi masyarakat desa gesing, kehidupan masyarakat yang suram, dihantui rasa takut , rasa was-was. Bermula dari masyarakat terhisap dalam kelompok tersebut, sejak munculnya peristiwa G.30.S.P.K.I sering kali masyarakat desa mendapat ancaman; “ tak ciduk kowe” artinya, mau diambil-dijadikan tahanan politik. Pada waktu itu masyarakat desa mulai berfikir, bagaimana bisa lepas dari rasa takut dan kuatir. Mereka mulai berupaya untuk mencari perlindungan, rasa aman, tentram.
Kondisi politik yang membuat penduduk desa tidak menentu berdampak pada psikologis, hidup yang terisolir dan tidak ada ketenangan.
Pada tanggal 28 September 1967, datanglah utusan pelayan injil dati kota Temanggung dating lewat jalan persawahan menuju rumah Pak Sukar. Sebab salah satu pelayan injil seorang ibu bernama Salamah, dari desa Tepungsari, Temanggung adalah sahabat dari Pak Sukar, Ibu Salamah membawa teman-temannya untuk memberitakan injil di desa Gesing.
Ternyata masyarakat desa Gesing sangat responsive terhadap injil rombongan dari Temanggung. Pada waktu injil bekerja di desa Gesing karya Roh Kudus begitu luar biasa, dalam waktu yang sangat singkat jumlah pengikut njil begitu banyak sehingga dalam waktu satu tahun orang-prang Gesing yang menerima Yesus sebagai Juru Selamat ada lima puluh Sembilan keluarga, yang terdiri dari dua ratus orang dewasa dan tujuh puluh anak.
Setiap Senin diadakan babtisan air di pemandian pikatan Temanggung. Walau banyak tantangan dalam pemberitaan injil pernah suatu malam rumah Pak Sukar (tempat beribadah) mendapat terror, dengan kotoran manusia yang dioleskan di pintu pada pagi harinya (malam setelah diadakan ibadah di rumah Pak Sukar). Genap satu tahun sejak awal injil masuk ke desa Gesing berdirilah sebuah gedung gereja yang megah (untuk ukuran desa)
Tanggal 26 September1968, tepatnya kurang dua hari genap satu tahun P.I di desa Gesing ditabiskan gereja untuk tempat ibadah umat Tuhan di Geing.
Pernah terjadi saat malam mengadakan pertemuan panitia pembangunan gereja, dilaporkan hansip ke KORAMIL bahwa di desa Gesing ada rapat gelap. Tak disangka, pagi-pagi secara tiba-tiba 13 orang dipanggil Pak Kadus (Kepala Dusun) kemudian langsung dibawa ke KODIM. Menurut keterangan orang-orang tersebut akan dijadikan tahanan politik. Mendengar hal itu semua umat Tuhan yang di rumah berdoa dan menangis supaya mereka yang dibawa ke KODIM dibebaskan. Dengan pulangnya merka dari KODIM banyak orang menjadi percaya, jiwa-jiwa baru bertambah.
Menurut data dari sekretaris gereja perkembangan jemaat di desa Gesing adalah sebagai berikut:
Tahun
Jumlah Dewasa
Jumlah Anak
1967 akhir-1968
1969-1979
1880-1990
1991-2004
2005-2011
255 orang
316 orang
430 orang
550 orang
700 orang
45 anak
125 anak
135 anak
157 anak
135 anak

Berdasarkan data yang diperoleh, bahwa pertambahan jemaat yang diperoleh adalah melalui tiga cara:
1.      Secara biologis – pertambahan dari keturunan 65%
2.      Perpindahan 30%
-          Perpindahan dari gereja lain
-          Melalui perkawinan (yang salah satunya dari agama bukan Kristen)
3.      Melalui P.I yang diperoleh melalui kesaksian 5%
Melihat pertumbuhan gereja sampai dengan tahun 2009 gereja sudah berulang kali merenovasi banguna gereja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar